Kamis, 18 April 2019

Polusi Udara Kendaraan Bermotor Jadi Penyebab Bertambahnya Kasus Asma Anak-Anak


Tingginya tingkat polusi dari kendaraan bermotor diketahui memiliki hubungan dengan timbulnya penyakit pada anak-anak. Paparan terhadap polusi udara yang berhubungan dengan lalu lintas menjadi penyebab dari terjadinya asma bagi empat juta anak di seluruh dunia.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal The Lancet Planetary Health menekankan mengenai dampak dari menghirup nitrogen dioksida dari kendaraan bermotor pada 194 negara dan 125 kota besar di dunia. Diketahui bahwa antara 2010 hingga 2015, 64 persen kasus asma yang baru terjadi muncul di wilayah kota.

Penelitian dari George Washington University Milken Institute School of Public Health mengungkap bahwa polusi NO2 lanjut berkontribusi pada asma pediatrik. Hal ini menjadi penyebab dari rata-rata 13 persen kasus baru di seluruh dunia tiap tahunnya.

Untuk temuan terbaru ini, peneliti melihat data dunia mengenai konsentrasi NO2, distribusi populasi pediatrik, dan tingkat kejadian asma yang bisa dibuktikan hubungannya dengan polusi NO2 yang muncul dari kendaraan. Hasil menunjukkan bahwa Shanghai merupakan tempat munculnya asma yang berhubungan dengan polusi kendaraan bermotor.

Sekitar 48 kasus asma pediatrik di China diketahui berhubungan dengan adanya NO2. Sekitar 40 persen kasus asma di Moskow dan Seoul diketahui berhubungan dengan NO2.

Tingginya jumlah kasus anak-anak yang terpengaruh polusi udara membuat peneliti meminta WHO menggunakan temuan mereka sebagai pembaharuan bagi Air Quality Guidelines yang dibuat organisasi kesehatan dunia tersebut. Peneliti menyebut bahwa hampir 92 kasus asma yang berhubungan dengan asma terjadi pada wilayah yang sesuai dengan pedoman WHO.

"Temuan ini menunjukkan bahwa pedoman WHO untuk NO2 butuh untuk direevaluasi untuk meyakinkan bahwa hal ini cukup melindungi kesehatan anak-anak," jelas Pattanun Achakulwisut, kepala dari penelitian ini.

"Temuan kami menjelaskan bahwa jutaan kasus baru asma pediatrik dapat dicegah pada berbagai kota di seluruh dunia dengan mengurangi polusi udara," terang Susan Anenberg, peneliti yang terlibat dalam temuan ini. 

0 komentar:

Posting Komentar