Rabu, 03 April 2019

4 Risiko yang Harus Siap Diterima jika Pertahankan Pasangan yang Suka Selingkuh


Kalau sudah cinta, kadang orang rela membutakan diri terhadap kesalahan pasangan. Sampai-sampai perselingkuhan yang sudah dilakukan oleh pasangan pun dimaafkan dengan alasan setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Tentunya ini pemikiran yang positif dan penuh optimisme.

Namun memaafkan dan mempertahankan adalah dua hal yang berbeda. Boleh saja memaafkan pasangan yang pernah berselingkuh, tetapi perlukah mempertahankan seseorang yang sudah pernah melanggar komitmen?

Ada sejumlah risiko yang harus siap dihadapi jika ngotot mempertahankan hubungan dengan pasangan yang suka selingkuh. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Selalu Dihantui Rasa Curiga
Ketika sedang berjauhan dengannya, hati tak tenang. Apakah dia masih setia? Atau jangan-jangan dia sedang berduaan dengan perempuan lain? Sekalinya kita dikhianati, perasaan kita tak akan pernah sama lagi. Hari-hari yang kita lalu tak pernah tenang dan dihantui rasa curiga. Efeknya, kita malah menyiksa batin kita sendiri.

2. Cintanya Tidak akan Pernah Sama Lagi
Setelah dia ketahuan selingkuh, bisa jadi sikapnya kepadamu akan berubah. Besarnya cintanya padamu bisa jadi tak akan pernah sama lagi. Sekalipun dia bilang sudah 'bertobat' dan janji untuk tak mengulangi kesalahan yang sama, kita akan makin sensitif dengan sikap dan perlakuannya pada kita. Hubungan akan terasa berbeda dan ini bisa menimbulkan perasaan yang tak nyaman di dada.

3. Jadi Sulit Percaya Kepada Cinta dan Komitmen
Katanya cinta tapi ternyata dia mendua. Dia pernah bilang ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama kita, tapi nyatanya dia malah mencari pelarian ke perempuan lain di belakang kita. Rasa percaya yang pernah kita beri padanya pernah dikhianati. Bila perasaan sedih dan terluka tak segera diatasi, perasaan kita bisa terasa kosong dan hampa. Membuat kita susah percaya akan cinta dan komitmen dalam hubungan.

4. Sering Disalahkan Tanpa Sebab
Alasan dia selingkuh karena merasa kita kurang perhatian. Dia mendua karena merasa kita tak pernah membalas cintanya. Bila dia sering membuat alasan semacam itu atas tindakannya selingkuh dari kita, bisa jadi ke depannya kita akan makin sering disalahkan tanpa sebab. Padahal yang salah jelas-jelas dia yang selingkuh, tapi dia selalu bikin beragam alasan yang menyudutkan kita sebagai pihak yang bersalah.

Memang semua akan kembali pada keputusan dan pilihanmu. Mau tetap mempertahankan hubungan dengannya atau tidak, semua ada di tanganmu. Terlepas dari itu semua, kita juga berhak merasa bahagia dan dicintai sepenuhnya dalam sebuah hubungan.

0 komentar:

Posting Komentar